Peran Lurah Dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas
Kerja Pegawai Kantor Kelurahan Di Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis
Kabupaten Ciamis
A.
Latar Belakang Penelitian
Peningkatan
produktivitas dan efisiensi merupakan sumber pertumbuhan utama untuk mewujudkan
pembangunan yang berkelanjutan. Sebaliknya, pertumbuhan yang tinggi dan
berkelanjutan juga merupakan unsur penting dalam menjaga kesinambungan
peningkatan produktivitas jangka panjang. Dengan demikian, pertumbuhan dan
produktivitas bukan dua hal yang terpisah atau memiliki hubungan satu arah,
melainkan keduanya adalah saling tergantung dengan pola hubungan yang dinamis,
tidak mekanistik, non linear dan kompleks.
Secara makro, sumber
pertumbuhan dapat dikelompokkan kedalam unsur berikut:
Pertama, peningkatan stok modal sebagai hasil akumulasi
dari proses pembangunan yang terus berlangsung. Proses akumulasi ini merupakan
hasil dari proses investasi.
Kedua, peningkatan jumlah tenaga kerja juga memberikan
kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, peningkatan produktivitas merupakan sumber
pertumbuhan yang bukan disebabkan oleh peningkatan penggunaan jumlah dari input
atau sumber daya, melainkan disebabkan oleh peningkatan kualitasnya.
Dengan jumlah tenaga
kerja dan modal yang sama, pertumbuhan output akan meningkat lebih cepat
apabila kualitas dari kedua sumber daya tersebut meningkat.Walaupun secara
teoritis faktor produksi dapat dirinci, pengukuran kontribusinya terhadap
output dari suatu proses produksi sering dihadapkan pada berbagai kesulitan.
Disamping itu, kedudukan manusia, baik sebagai tenaga kerja kasar maupun
sebagai manajer, dari suatu aktivitas produksi tentunya juga tidak sama dengan
mesin atau alat produksi lainnya. Seperti diketahui bahwa output dari setiap
aktivitas ekonomi tergantung pada manusia yang melaksanakan aktivitas tersebut,
maka sumber daya manusia merupakan sumber daya utama dalam pembangunan. Sejalan
dengan fenomena ini, konsep produktivitas yang dimaksud adalah produktivitas
tenaga kerja.
Untuk membangun suatu bangsa, ada hal
mendasar yang harus diperhatikan oleh negara-negara berkembang yaitu hal yang
menyangkut eksistensi kepemimpinan seorang pemimpin, baik dalam memimpin suatu negara
maupun memimpin suatu institusi Karena itu, diperlukan suatu kemampuan dan kesanggupan
untuk mempengaruhi opini, sikap dan tingkah laku orang lain agar bersedia
melakukan suatu pekerjaan secara professional. Berdasarkan Undang Undang Nomor
32 tahun 2004 pasal 127 ayat 1 bahwa “Kelurahan dibentuk di wilayah Kecamatan
dengan perda berpedoman pada Perturan Pemerintah” dan ayat 2 bahwa “Kelurahan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Lurah yang dalam pelaksanaan
tugasnya memperoleh pelimpahan dari Bupati/Walikota”. Hal ini menegaskan bahwa Lurah
adalah pimpinan di tingkat Kelurahan.
Dalam melakukan pekerjaan (aktivitas) turunnya
produktivitas kerja bagi seorang karyawan (pegawai) telah menjadi fenomena
sosial yang kerap terjadi di Indonesia belakangan ini. Hal ini diakibatkan oleh
kurangnya perhatian dari pimpinan serta kurangnya kesadaran terhadap semua
pekerjaan, selain itu sarana yang diperlukan kurang memadai serta kurang layak
untuk di gunakan. Selain itu tidak produktifnya pegawai kelurahan dipengaruhi
oleh rendahnya produktivitas kerja pegawai. Kantor Kelurahan sebagai kantor
instansi pemerintahan terkecil, faktor manusia merupakan sumber terpenting,
jika manusia dalam organisasi itu mempunyai kemauan kerja, kemampuan dan
ketrampilan kerja ke arah tercapainya tujuan organisasi. Maka dari itu manusia
merupakan faktor penentu dan terpenting, serta dengan kemampuan dan ketrampilan
seorang pegawai dapat mencapai hasil kerja secara produktif.
Tidak luput pula perlu
adanya peran kepemimpinan Lurah sebagai seorang pemimpin sangat penting untuk mencapai
tujuan organisasi yang diinginkan, termasuk organisasi pemerintahan di
Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis terutama berkaitan
dengan peningkatan produktivitas kerja para pegawai dalam melaksanakan setiap
tugasnya. Pada Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dapat
dilihat gejala-gejala menurunnya produktivitas kerja pegawai hal
ini terlihat dengan adanya indikator-indikator :
· Masih
ada pekerjaan yang tidak selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Seperti laporan pajak tidak selesai sampai waktu yang telah titentukan atau
yang lainnya.
· Masih
lemahnya kemampuan pegawai dalam menyelesaikan persoalan yang timbul dalam
pekerjaan. Seperti persoalan yang ditimbulkan pada saat penyelesaiaan program
pembuatan bangunan fisik atau yang lainnya.
·
Kualitas SDM
aparatur yang kurang. Hal ini dapat terlihat dari pemahaman setiap pegawai
dalam penguasaan teknologi informasi yang kurang, seperti kurangnya memahami
internet atau pekerjaan yang menggunakan sebuah aplikasi diperangkat komputer.
Berkaitan dengan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian lebih lanjut dengan judul: “Peran Lurah Dalam Upaya
Meningkatkan Produktivitas Kerja Pegawai Kantor Kelurahan Di Kelurahan
Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis’’.download file lengkap dengan gratis di https://tusfiles.net/mz9y7ppj22up
Tidak ada komentar:
Posting Komentar